Mari Ikhtiarkan Konsep Syari’ah Dalam Nilai-Nilai Koperasi Dengan Menerapkan Prinsip Shiddiq Yang Mencerminkan Kejujuran, Akurasi Dan Akuntabilitas, Istiqamah Yang Mencerminkan Konsistensi, Komitmen Dan Loyalitas, Tabligh Yang Mencerminkan Transparansi, Kontrol, Edukatif, Dan Komunikatif, Amanah Yang Mencerminkan Kepercayaan, Integritas, Reputasi, Dan Kredibelitas, Fathanah Yang Mencerminkan Etos Profesional, Kompeten, Kreatif, Inovatif, Ri’ayah Yang Mencerminkan Semangat Solidaritas, Empati, Kepedulian, Awareness, Mas’uliyah Yang Mencerminkan Responsibilitas.

Rabu, 17 Desember 2014

Koperasi Syariah Baik Buat Semua


Ekonomi Tanpa Riba
Tak kenal maka tak sayang. Demikian pepatah lama mengatakan. Resistensi atau sikap menegasikan konsep ekonomi syariah pada sementara orang wajar saja karena belum mengenal substansinya. Tetapi ketika semua telah terbuka dan orang mau melihat isinya, barangkali rasa sayang akan lahir dan mentransformasi kesadaran yang lebih utuh untuk mencintai dan mempertimbangkan.


Pada dasarnya, konsep ekonomi atau Koperasi Syariah lebih mendasarkan pada moral baik agama ataupun masyarakat. Moral di sini lebih bermakna pada sikap humanisme yang menimbang rasa adil dan melihat kebaikan sebagai konsep intersubyektif yang inheren. Kesadaran bahwa manusia adalah mahluk solider sekaligus soliter. Anda boleh mencari keuntungan pribadi, tetapi keabsahan tersebut tidak lantas boleh mengabaikan kebutuhan yang sama atau rasa keadilan dari orang lain. Demikian itu kesimpulan moralnya.

Kamis, 15 Mei 2014

AKAD YANG DIGUNAKAN DALAM TRANSAKSI KEUANGAN KOPERASI SYARIAH IKHLAS


Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pendahuluan
Akad berasal dari bahasa Arab ‘aqoda artinya mengikat atau mengokohkan. Secara bahasa pengertiannya adalah ikatan, mengikat. Dikatakan ikatan (al-robath) maksudnya adalah menghimpun atau mengumpulkan dua ujung tali dan mengikatkan  salah satunya pada yang lainnya, hingga keduanya bersambung dan menjadi seperti seutas tali yang satu.
Dalam Al-Qur’an kata al-aqdu terdapat pada surat Al-Maidah ayat 1, bahwa manusia diminta untuk memenuhi akadnya. Menurut Gemala Dewi S.H. beliau mengutip pendapat Fathurrahman Djamil, istilah al-aqdu dapat disamakan dengan istilah verbentenis dalam KUH Perdata.
Menurut Fiqh Islam akad berarti perikatan, perjanjian dan permufakatan (ittifaq). Dalam kaitan ini peranan Ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan Qobul (pernyataan menerima ikatan) sangat berpengaruh pada objek perikatannya, apabila ijab dan qabul sesuai dengan ketentuan syari’ah, maka munculah segala akibat hukum dari akad yang disepakati tersebut.
Menurut Musthafa Az-Zarka suatu akad merupakan ikatan secara hukum yang dilakukan oleh dua atau beberapa pihak yang sama-sama berkeinginan mengikatkan dirinya. Kehendak tersebut sifatnya tersembunyi dalam hati, oleh karena itu menyatakannya masing-masing harus mengungkapkan dalam suatu pernyataan yang disebut Ijab dan Qabul.
Syarat umum yang harus dipenuhi suatu akad menurut ulama fiqh antara lain, pihak-pihak yang melakukan akad telah cakap bertindak hukum, objek akad harus ada dan dapat diserahkan ketika akad berlangsung, akad dan objek akadnya tidak dilarang syara’, ada manfaatnya, ijab dan qabul dilakukan dalam satu majelis dan tujuan akad harus jelas dan diakui syara’.
Karena itulah ulama fiqh menetapkan apabila akad telah memenuhi rukun dan syarat mempunyai kekuatan mengikat terhadap pihak-pihak yang melakukan akad. Hal ini sejalan dengan Firman Allah SWT.  Dalam surat Al-Maidah ayat 5 yang artinya “ Hai orang-orang beriman, penuhilah akad-akad itu.
Adapun akad-akad yang digunakan dalam transaksi keuangan Koperasi Syariah IKHLAS adalah :

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates