Mari Ikhtiarkan Konsep Syari’ah Dalam Nilai-Nilai Koperasi Dengan Menerapkan Prinsip Shiddiq Yang Mencerminkan Kejujuran, Akurasi Dan Akuntabilitas, Istiqamah Yang Mencerminkan Konsistensi, Komitmen Dan Loyalitas, Tabligh Yang Mencerminkan Transparansi, Kontrol, Edukatif, Dan Komunikatif, Amanah Yang Mencerminkan Kepercayaan, Integritas, Reputasi, Dan Kredibelitas, Fathanah Yang Mencerminkan Etos Profesional, Kompeten, Kreatif, Inovatif, Ri’ayah Yang Mencerminkan Semangat Solidaritas, Empati, Kepedulian, Awareness, Mas’uliyah Yang Mencerminkan Responsibilitas.

Minggu, 23 Agustus 2015

UJRAH (UPAH) AKIBAT IJARAH

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, kali ini penulis ingin menyapa pembaca khususnya anggota KSP Syari’ah IKHLAS. Dengan niat untuk meluruskan pengertian pembaca tentang dana dari anggota yang dikeluarkan saat anggota KSP Syariah IKHLAS melakukan transaksi pinjaman, karena dana tersebut bukanlah bunga melainkan UJRAH atau UPAH. 

KSP Syariah IKHLAS saat ini menerapkan sistem yang disebut dengan istilah UJRAH atau UPAH, yang akan diberikan kepada Amil yang bertugas untuk mengambil Angsuran yang dikeluarkan oleh Anggota koperasi baik berupa Angsuran Pinjaman ataupun Angsuran Simpanan. 

Adapun proses pengambilan UJRAH pada anggota dapat dipahami dalam ilustrasi berikut :

Pada suatu hari Si Udin sebagai anggota KSP Syariah IKHLAS telah mengajukan pinjaman sebesar Rp. 2.000.000, lalu Si Udin menerima uang pinjaman sebesar Rp. 1.930.000 karena pihak peminjam menitipkan dana sebesar Rp. 70.000. Dalam hal dana sebesar Rp. 70.000 tersebut menggunakan akad yang disebut UJRAH atau UPAH akibat IJARAH untuk diberikan kepada Amil sebagai dana pengganti jasa yang bertugas menagih angsuran bulanan kepada Si Udin setiap bulannya. Peminjam juga dipersilahkan memberikan Upah tersebut pada saat amil atau kolektor datang menagih setoran awal anggota peminjam.
Dalam hal ini juga peminjam dipersilahkan tidak mengeluarkan dana Rp. 70.000 tersebut asalkan bersedia menyetor ke Kantor KSPPS IKHLAS tanpa menggunakan jasa amil atau kolektor.

Untuk lebih memperjelas istilah UJRAH pembaca dapat memahami pada uraian berikut : 

Rabu, 17 Desember 2014

Koperasi Syariah Baik Buat Semua


Ekonomi Tanpa Riba
Tak kenal maka tak sayang. Demikian pepatah lama mengatakan. Resistensi atau sikap menegasikan konsep ekonomi syariah pada sementara orang wajar saja karena belum mengenal substansinya. Tetapi ketika semua telah terbuka dan orang mau melihat isinya, barangkali rasa sayang akan lahir dan mentransformasi kesadaran yang lebih utuh untuk mencintai dan mempertimbangkan.


Pada dasarnya, konsep ekonomi atau Koperasi Syariah lebih mendasarkan pada moral baik agama ataupun masyarakat. Moral di sini lebih bermakna pada sikap humanisme yang menimbang rasa adil dan melihat kebaikan sebagai konsep intersubyektif yang inheren. Kesadaran bahwa manusia adalah mahluk solider sekaligus soliter. Anda boleh mencari keuntungan pribadi, tetapi keabsahan tersebut tidak lantas boleh mengabaikan kebutuhan yang sama atau rasa keadilan dari orang lain. Demikian itu kesimpulan moralnya.

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates